Pelatihan Jurnalistik Journey To Be The Real Journalist

PESAN SPONSOR:
Mengambil tempat di gedung FPMIPA UPI, Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM REMA UPI menggelar acara Pelatihan Jurnalistik. Sekitar 40 orang mahasiswa dari berbagai fakultas atau jurusan menjadi peserta pada pelatihan ini. Acara yang memilih tema Journey To Be The Real Journalist ini berlangsung dari pagi pukul 9 pagi hingga 3 sore pada hari Sabtu (20/9).

Acara dibagi menjadi 3 (tiga); kelas editor dipandu oleh wartawan senior Adi Raksanagara, kelas reporter dipandu oleh wartawan senior, Harri Safiari, dan kelas artistik desain dan tata letak (layout) oleh Ade Truna.


"Harapannya, semua peserta bisa memetik ilmu dan percaya diri menjadi seorang jurnalis," ujar Bagus Septian Putra, ketua pelaksana acara.

Pelatihan jurnalistik ini rutin digelar setiap tahunnya, "Acara ini selalu diselenggarakan setiap tahun adapun kali ini acaranya sengaja dibuat berbeda. Format-nya kami membagi menjadi tiga kelas, ada reporter, editor, dan artistik," sambung Bagus.

Alfi Syahrin, salah seorang panitia mengaku senang dengan suksesnya acara tersebut, "Kami mengucapkan terima kasih atas pelajaran yang sudah diberikan. Peserta begitu antusias sebab pemateri adalah praktisi yang berpengalaman di dunia jurnalistik."

Motivasi peserta mengikuti acara ini sempat ditanyakan pada awal sesi, semua peserta berkumpul dalam satu kelas. Seperti penuturan Ayu Rakhmawati, menurutnya, "Saya pikir menjadi jurnalis itu menyenangkan, semoga kami bisa memperoleh trik dan tips seputar jurnalistik pada acara ini". Hal ini pun diamini oleh peserta lain; Inarotul Faizah, Manuara Harimurti, dan Ginanjar Eka Arli.

Suasana akrab kelas editor dipandu Adi Raksanagara saat pelatihan jurnalistik di FPMIPA UPI (20/9)
Suasana akrab kelas editor dipandu Adi Raksanagara saat pelatihan jurnalistik di FPMIPA UPI (20/9)


Seru-seruan foto bersama saat pelatihan jurnalistik di FPMIPA UPI (20/9)
Seru-seruan foto bersama saat pelatihan jurnalistik di FPMIPA UPI (20/9)
Seusai acara, Adi Raksanagara menjelaskan bahwa materi yang diajarkannya lebih menitikberatkan kepada penyajian berita efektif, efisien, mudah difahami, dan menginsipirasi serta berpengaruh untuk pembacanya. Pada dasarnya, kelas artistik pun memiliki tujuan yang sama, "Jangan menganggap sepele artistik sebuah artikel. Sebagai ujung tombak sebuah sajian berita, tata letak baik artikel dan foto menentukan kenyamanan pembaca," pungkas Ade Truna.

Acara berlangsung akrba namun dibatasi oleh waktu, Pelatihan Jurnalistik Journey To Be The Real Journalist pun berakhir tepat pukul 3 sore kemarin. [Iwan]
SPONSOR BLOG INI:

INGIN IKLAN ANDA DI SINI? HUB: 089627528881


IBX582992C690462