Advertisement

Puyeng Hilang, Membaca Lancar

Bagi LSM CADAS dan RS Mata Cicendo, sejatinya tiada yang lebih menggembirakan kala mendengar telepon dari Pangandaran pada 18 September 2014 lalu. Kejadiannya, Juju kali ini minta di telepon balik seperti biasanya. Menurut Nurhadi, tepatnya pada 16 September 2014 Sarah telah diterima secara resmi oleh Plt Bupati Pangandaram di gedung Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

“Pak Bupati memberikan kacamata buat sarah di gedung, disaksikan banyak orang katanya, kan saya mah tak bisa lihat. Sarah sekarang menulis sudah agak bagus di sekolah, itu kata Pak Ee gurunya. Tulisan Sarah tak besar-besar lagi. Puyengnya, mulai hilang. Katakan terima kasih atas kacamatanya ke Cicendo”, lagi-lagi Nurhadi menirukan suara Juju.

Menurut Nurhadi, kacamata kedua ini memang dikirim ke alamat Plt Bupati Pangandaran, bukan ke alamat rumah Sarah seperti biasanya. Tujuannya, agar keberadaan warganya yang memiliki keterbatasan semakin diketahui oleh pimpinan setempat. “Tercapailah salah satu tahapan buat Sarah Tsunami. Bila pun terjadi pergantian kepemimpinan di Kabupaten Pangandaran, kepedulian terhadap kalangan yang layak dibantu di daerah sana tetap berlangsung”, harap Nurhadi yang dalam waktu empat tahun terakhir telah memimpin ratusan mantan preman melalui LSM CADAS.

Sekedar info, LSM CADAS ini termasuk keukeuh dan independent memperjuangkan hak sipil dan lingkungan hidup dengan caranya sendiri. Harian KOMPAS yang telah mengupas sebagian kiprahnya, menyebut para pengurus dan anggota yang mayoritas mantan preman Cicadas Bandung sebagai sekumpulan preman babalik pikir!

Sarah Tsunami Puyeng Hilang Membaca Lancar
“Beginilah adanya, Sarah ini hanya sedikit yang bisa kami bantu sesuai kemampuan. Mendengar ia bisa kembali lancar membaca buku berkat pemeriksaan dan sumbangan kacamata dari Cicendo, itu sudah sangat menggembirakan”, ujar Nurhadi yang punya hobi memelihara burung berkicau.

“Sisa hidup kami hanya ingin diisi oleh kebaikan yang kami bisa dan mampu saja, walaupun hanya sekedarnya”, tutup Nurhadi yang diamini Nurharto, Ketua DPW LSM CADAS, rekan sejawatnya yang berprofesi sebagai pengacara di Bandung. (Harri Safiari)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.