Kagum dan Bangga dengan Stadion BLA Gedebage

PESAN SPONSOR:
Kagum dan bangga! Perasaan itu yang pertama saya rasakan ketika tiba di Stadion Bandung Lautan Api, Gedebage. Bagaimana tidak, meski pembangunan belum selesai, tapi secara keseluruhan fisik bangunan itu sangat mengagumkan!

Saya dan teman-teman sekantor, berjumlah 25 orang, alhamdulillah tadi malam berkesempatan menyaksikan pertandingan persahabatan antar Persib dan Malaysia Super League Selection. Kami memasuki area stadion dari jalan Cimencrang, yang masuk dari samping Polda Jabar, menjelang rel kereta api jalanan langsung macet karena tumpukan kendaraan yang didominasi oleh ratusan motor Bobotoh. Ketika menjelang gerbang komplek Cempaka Arum kemacetan kian parah karena tambahan kendaraan dari arah Derwati. 

Stadion Gedebage di desain berstandar internasional dengan memakai rumput dari jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr yakni rumput kelas satu standar FIFA. 



Dengan susah payah, akhirnya kami bisa memarkirkan motor di komplek Cempaka Arum, karena motor tak mungkin lagi diteruskan masuk ke area stadion. Kami melanjutkan dengan jalan kaki. Jarak dari Cempaka Arum ke stadion begitu dekat, paling cuma 500 meteran.

Setelah berjubel di gerbang masuk akhirnya kami bisa masuk stadion megah ini. Seperti serombongan anak kecil masuk area permainan, kami berlari kesana kemari riang gembira. Kami menempati tribun timur bagian atas, karena bagian bawah telah penuh.

Seperti mayoritas bobotoh yang lainnya, kami sebelum duduk sibuk berfoto ria, selfi, dll, memanfaatkan segala kemegahan stadion kebanggaaan warga jabar ini. Stadion yang selama ini dinanti-nantikan oleh seluruh pecinta sepakbola jabar, yang selama ini saya hanya bisa melihatnya di media, sekarang kami sudah ada di dalamnya.

Stadion Bandung Lautan Api, Gedebage adalah salah satu dari 10 stadion termegah di Indonesia. Dengan kapasitas 40.000 penonton berdasarkan kursi, jika tanpa kursi mampu menampung 72.000 penonton, terdiri dari dua lantai. Berbagai kemewahan sebuah stadion type A langsung terlihat. Kursi penontonnya bagus, bermerk Ferco S204L-C TIP UP. Konon kursi ini berasal dari Inggris yang dibuat langsung oleh pabrik di Malaysia, keunggulannya adalah: kuat tahan lama dan tahan bakar mempunyai titik leleh > 1 jam, multi fungsi, bisa melipat sendiri, efisiensi terhadap ruang & harga. Kursi ini sama dengan kursi penonton di Old Trafford, kandangnya MU FC.


Stadion Gedebage di desain berstandar internasional dengan memakai rumput dari jenis Zoysia Matrella (Linn) Merr yakni rumput kelas satu standar FIFA. Untuk lintasan atletiknya dilapisi sejenis lapisan karet yang diimpor dari Jerman. Stadion ini dilengkapi dengan lapangan sepakbola, atletik, kantor, sirkulasi, tribun atap full keliling, servis, papan skor digital (Big Screen), LED e-board.

Kick off pertandingan dimulai jam 20.30 setelah sebelumnya diawali dengan pertandingan "hiburan" antara Pemkot melawan artis lokal Bandung. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kesenian, ada juga perform dari The Panas Dalam. Dihadiri pula oleh wali kota bandung Ridwan Kamil, Gubernur jabar Aher dan Wagub Demiz.

Tim Malaysia Super League sendiri diperkuat oleh dua mantan penggawa persib, yaitu Hilton Moriera dan Marcio Sauza. Bagi Persib pertandingan ini adalah sebagai persiapan menghadapai babak 8 besar Liga Super Indonesia, dimana Persib sebagai runner up wilayah barat akan berada di grup A bersama Persibaya, PBR, Persela dan Mitra Kukar. Pertandingan ini sendiri sebagaimana yang diungkapkan Janur sebagai pemantapan skema menyambut laga perdana melawan PBR pada tanggal 6 Oktober nanti.

Jalannya pertandingan secara keseluruhan sangat menarik. Persib sebagai tuan rumah langsung mengurung pertahanan tim tamu. Tapi rapatnya pertahanan tim MSL sendiri begitu solid. Akhirnya, Makan Konate mampu memecah kebuntuan setelah gol dari titik putih pada menit ke-34. Sebelumnya, bek Malaysia kedapatan handsball. Maung Bandung unggul sementara 1-0.

Di babak kedua Firman Utina, dan Ferdinand Sinaga masuk. Pergantina ini ternyata membuahkan hasil positif. Ferdinand Sinaga mencetak gol kedua Persib di menit ke-64. Berawal dari kesalahan fatal yang dilakukan penjaga gawang lawan, Ferdinand dengan cepat melakukan tembakan ke gawang Malaysia. Maung Bandung unggul 2-0. Dua menit berselang Djibril akhirnya mencetak gol di laga ini di menit ke-66. Berawal dari Supardi yang menyisir sisi kiri pertahanan Malaysia, bola diberikan kepada Djibril dan mampu mengkonversi jadi gol.

Hingga peluit akhir berbunyi skor ini tak berubah. Kemenangan bagi Persib sebagai kado ultah kota Bandung. Kebanggaan buat kami; Persib memenangkan pertandingan dengan skor telak dan kemewahan stadion Bandung Lautan Api.

Keluar dari stadion dan pulang, kami memiliki asa, asa yang saya rasa dimiliki oleh setiap bobotoh Persib, yaitu Juara. Dengan kemegahan kandangnya, dengan keprofesionalan manajemennya, dengan melimpahnya sponsor, dengan kebesaran nama dan sejarah, dengan mengkilapnya pemanin bintang, dan dengan totalitas dan loyalitas supporter Persib memang " harus" juara! [Ahmad Andriana, bobotoh sejati, blogger, desainer]
SPONSOR BLOG INI:

INGIN IKLAN ANDA DI SINI? HUB: 089627528881


IBX582992C690462