Avicenna Studienwerk Jerman Mendukung Finansial Komunitas Mahasiswa Muslim

PESAN SPONSOR:
Terdapat pihak pemerintahan di Eropa yang menaruh curiga atas meningkatnya populasi warganya yang memilih untuk memeluk Islam sebagai agama. Tetapi tidak dengan negera Jerman.

Dalam upaya merangkul dan mengintegrasikan mereka ke dalam Jerman yang sesungguhnya, Jerman kini memperpanjang dukungan finansial terhadap anak-anak muda Jerman yang berasal dari komunitas Islam. Ratusan orang terutama tamu-tamu terpandang dari mulai politisi, ekonom, dan sektor lain - berkumpul bersama-sama di Berlin. Tujuannya, mereka menyambut 65 pelajar muslim, mayoritas di antara mereka (65 pelajar) adalah wanita - guna mendapatkan beasiswa dari Avicenna Studienwerk.

Avicenna Studienwerk Jerman Mendukung Finansial Komunitas Mahasiswa Muslim
Avicenna Studienwerk Jerman Mendukung Finansial Komunitas Mahasiswa Muslim | Sumber gambar: http://mirajnews.com/id
Yang menarik Avicenna Studienwerk bukanlah organisasi Islam melainkan sebuah lembaga pemerintah yang menaruh perhatian bear dalam memenuhi kebutuhan umat Islam di bidang akademik. 

Melansir pemberitaan dari Inilah Koran, Avicenna Studienwerk merupakan organisasi pertama dari kementerian pendidikan dan riset Jerman yang secara penuh mendukung bakat, meningkatkan motivasi serta komitmen sosial mahasiswa Muslim melalui scholarship (beasiswa). 

Kejadian ini menjadi sejarah bagi dunia Islam di Jerman; sebanyak 65 pelajar muslim yang mayoritas perempuan mendapatkan beasiswa dari Avicenna Studienwerk. "Dalam beberapa tahun ke depan jumlah penerima beasiswa akan meningkat menjadi 500 orang." tegas Bulent Ucar, ketua Avicenna Studienwerk.

Masing-masing mahasiswa akan menerima 650 euro setahun dan dana pinjaman studi lanjutan sebesar 300 euro. Mahasiswa yang tengah belajar untuk meraih gelar doktor bahkan mendapatkan bantuan dengan nilai yang lebih besar lagi, yaitu 1.500 euro setahun. 

Langkah pemerintah Jerman melalui Avicenna Studienwerk ini tentu saja disambut baik oleh mahasiswa setempat. Seperti Rumeysa Yildiz, 28 tahun, kandidat peraih gelar doktor dari Institute for Technology di Karlsruher - menyatakan, "Proyek ini (beasiswa dari Avicenna Studienwerk-red) sangat penting. Saya berharap program ini memberi dampak yang hebat terhadap pelajar Muslim dan membantu meraih kesuksesan."

Menurut lembaga survei pemerintah, Jerman memiliki antara 3,8 dan 4,3 juta pemeluk agama Islam (Muslim), mewakili sekitar 5% dari jumlah total penduduk sekitar 82 juta orang. Untuk urusan pendidikan Islam, Avicenna Studienwerk bukanlah lembaga pertama yang mengajarkan ajaran Islam di Jerman.

Sebelumnya, pada 2012, Tübingen Universitas sudah lebih dahulu membuka jurusan pertama agama Islam di Jerman dengan tujuan mendidik generasi baru ulama unggulan di sana. Dan pada 2009, sekolah umum memperbolehkan siswa Muslim untuk mempelajari agama sesuai kepercayaan masing-masing untuk pertama kalinya di Jerman. [berbagai sumber]  
SPONSOR BLOG INI:

INGIN IKLAN ANDA DI SINI? HUB: 089627528881


IBX582992C690462