Advertisement

Kunjungan Warga Kabupaten Bandung ke Rumah Dunia

Anyer, Banten - Warga kabupaten Bandung ysng terdiri dari aparatur pemerintahan kabupaten, petugas perpustakaan; baik desa atau sekolah dan para pengelola Taman Bacaan Masyarakat melalui perwakilannya sudah berkunjung ke Rumah Dunia milik Gol A Gong pada hari Senin (22/12).

Nampak dalam rombongan, pejabat BAPAPSI; Irma Novita serta Anita Emmayanti,  pentolan band Jasad; Man Jasad, admin portal desa Ciburial; Ayi Sumarna; kades Pasirhuni Hilman, wartawan PR; Sarnapi, sekdes Ciwidey; Cahya, penyiar radio Kandaga, serta pengurus TBM dari beberapa wilayah di kabupaten Bandung.
[Foto: Gol A Gong]

Kunjungan Warga Kabupaten Bandung ke Rumah Dunia
[foto: Gol A Gong]
Eriyandi Budiman, sastrawan yang baru mengenal TBM sekitar 4 bulan inipun sempat menunjukkan ekspresi berkesenian melalui sajak-sajak karya lamanya di gelanggan remaja Rumah Dunia. Selain Eriyandi, Zamjam dari TBM Amany pun turut mengisi acara dialog dan seni yang digelar selama satu jam (pukul 16 hingga 17).

Kepala Perpustakaan Kabupaten Bandung, Irma Novita dalam sambutannya menegaskan bahwa, "Maksud kedatangan kami ke sini (Rumah Dunia-red), ingin belajar bagaimana mengembangkan komunitas serta membangun perpustakaan langsung kepada pendirinya; mas Gong (Gol A Gong-red)."

Gol A Gong pun sempat memberikan orasi literasi di hadapan sekira 50 orang rombongan dari kabupaten Bandung kemarin. Dalam orasinya, mas Gong- sapaan akrabnya menjelaskan tentang kiprahnya termasuk masa kecilnya dari asalnya bertangan seperti orang lain pada umumnya sampai akhirnya tangan yang sebelah kirin  patah karena musibah jatuh di saat usianya 11 tahun.

Menurutnya, ketidaksempurnaan bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Hal ini merefleksikan bahwa Gol A Gong selalu optimis dalam menjalankan hidup. Terbukti karya-karya literasi suami dari Tias Tatanka ini sudah banyak lahir.

Tentang kerelawanan yang ada di Rumah Dunia menurutnya, "Mereka (relawan) dibekali dengan pelatihan menulis. Dari menulis mereka bisa menerbitkan buku atau bekerja di perusahaan media massa. Mereka tidak mendapatkan gaji bulanan." [adetruna]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.