Advertisement

5 Solusi Mengeluarkan Air yang Masuk ke Telinga

Jangan sembarangan mengorek-ngorek telinga, justru itu merupakan tindakan yang membahayakan sebab kulit telinga sangat sensitif, sehingga tidak dianjurkan untuk mengoreknya secara rutin.

Bila terus-menerus mengorek-ngorek telinga bisa mengakibatkan iritasi dan yang lebih parahnya lagi, bisa merusak gendang telinga.

Umum terjadi di masyarakat, membersihkan telinga sudah menjadi bagian ritual membersihkan badan, sama halnya dengan menyikat gigi atau mencuci muka. 

Padahal, telinga merupakan bagian yang takperlu dibersihkan secara kontinyu atau setiap hari. Alasannya, telinga yang sehat tidak akan menyebabkan keluhan apapun termasuk keluhan gatal.

Menurut seorang dokter ahli THT, Prof. Zainal A Djaafar, Sp. THT-KL dari rumah sakit THT Jakarta, menjelaskan, "Secara anatomi telinga manusia memiliki proteksi sendiri. Maka ketika seseorang mengalami keluhan dan terasa ingin dibersihkan pasti ada sesuatu."

Sehingga seseorang lebih mengambil tindakan dengan mengorek-ngorek telinganya dengan maksud untuk membersihkan atau menggaruk bagian yang terasa gatal dari dalam telinga dengan menggunakan cotton bud. 

Penggunaan cotton bud atau korek kuping sebetulnya hanya diperlukan untuk membersihkan atau mengeringkan sisa air yang memungkinkan untuk masuk ke dalam telinga di saat mandi. 

Adapun serumen atau kotoran telinga yang berwarna kuning takperlu dibersihkan, karena berfungsi untuk melindungi telinga dari masuknya kotoran, debu atau binatang. 

Kalaupun terjadi kurang pendengaran yang disebabkan oleh serumen yang mengeras sehingga mengurangi pendengaran dan juga menyebabkan telinga menjadi gatal langkah yang harus ditempuh sebaiknya periksakan ke dokter THT saja jangan pernah ambil resiko.

Dalam sebuah penelitian yang sudah dilakukan oleh Henry Ford Hospital menyebutkan penggunaan korek kuping atau cotton bud beresiko merusak bagian dalam telinga, namun bukan berarti kita dilarang untuk menggunakan cotton bud. 

Selama kita mematuhi aturan penggunaannya, tidak apa-apa membersihkan kuping dengan cotton bud. Dalam peringatannya, biasanya tertera di kemasan korek kuping, "Gunakanlah cotton bud ini dengan memutar dengan lembut di bagian luar liang telinga saja tanpa harus masuk ke dalamnya."

Peringatan penggunaan cotton bud tersebut di atas sebaiknya jangan diabaikan. Selain cotton bud, benda lain yang juga sering dimanfaatkan oleh seseorang saat membersihkan telinga hingga ke liang bagian dalam adalah menggunakan peniti (tepatnya bagian lingkaran dari peniti) atau kapas yang ditempelkan pada ujung korek api. 

Bila terus-menerus membersihkan telinga dengan beberapa media tersebut, bisa berpotensi terjadi gangguan pendengaran, serumin akan terjepit dan yang lebih buruknya lagi pecahnya gendang telinga yang pada akhirnya terjadi tuli secara permanen.

Lantas bagaimana dong kalau telinga kemasukan air saat mandi atau berenang? Padahal sama-sama kita ketahui bila dibiarkan, air yang masuk ke dalam telinga akan mengganggu pendengaran bahkan sering menimbulkan rasa sakit. 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pembaca bisa memperhatikan uraian artikel kesehatan 5 Solusi Mengeluarkan Air yang Masuk ke Telinga berikut ini.
Ekstrak Bawang Putih. Caranya: pertama-tama Anda hancurkan satu siung bawang putih untuk diperoleh ekstraknya. Lalu selanjutnya, ambil sekira 2 - 3 tetes ekstrak bawang putih tersebut. Kemudian letakkan di telinga yang kemasukan air, tunggu saja 1 - 2 menit. Selanjutnya, ambil hair-dryer dengan jarak aman untuk mengeringkan telinga. Upaya ini bisa membantu meringakan rasa sakit serta kesemutan pada telinga.

5 Solusi Mengeluarkan Air yang Masuk ke Telinga

Menggunakan Garam. Masukkan 1/4 cangkir garam dan panasnya dalam microwave. Letakkan dalam kain katun dan kencangkan. Tempatkan kain tersebut dekat telinga yang terkena air selama beberapa menit.

Hair Dryer. Pegang pengering rambut sekitar 10 inci dari telinga dan aturlah panasnya dalam kecepatan rendah. Nyalakan hair dryer selama beberapa detik, lalu ulangi sesuai dengan kebutuhan.
Atur Tekanan Udara. Tutup mulut Anda dan tahan lubang hidung dengan menggunakan jari tangan. Ambil nafas dalam-dalam, lalu tiuplah udara melalui lubang hidung dengan lembut. Praktik ini akan membantu mengatur tekanan udara dan membuka tabung eustachio (bagian yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian atas tenggorokan dan berperan penting saat mengangkat oksigen ke telinga tengah), sehingga mengurangi rasa kesemutan dari telinga.

5 Solusi Mengeluarkan Air yang Masuk ke Telinga

Miringkan Kepala. Miringkan kepala Anda sehingga telinga dalam posisi sejajar dengan lantai. Tangkupkan telapak tangan di atas telinga yang kemasukan air, lalu tekan selama beberapa detik.

Hal ini bisa menciptakan vakum sementara yang membantu mengeluarkan air. Baru setelah itu pergunakanlah cotton bud untuk membersihkan telinga dan memastikan semua air keluar. [|]
Diberdayakan oleh Blogger.