Advertisement

Pasca Lebaran 2015 Tebing Kraton Menyisakan Sampah dan Kerusakan

Lebaran adalah salah satu momen berharga bagi keluarga – keluarga khususnya di Indonesia dengan melakukan perjalanan liburan bersama ke tempat – tempat rekreasi yang telah disepakati.

Berkunjung ke lokasi wisata murah meriah, sehat dan bernilai edukasi salah satu alternatif keluarga – keluarga umumnya dalam mengisi liburan pasca lebaran, Bagi masyarakat Bandung bahkan Jakarta Tebing Kraton adalah tempat yang bisa dijadikan tujuan menarik.


Menarik pemandangannya, cukup eksotis dengan jejeran hutan pinus di seberang Tebing, awan yang beriring – iring diantara hutan dan Tebing, udara segar, jalur mudah dapat di tempuh dengan kendaraan atau bahkan berjalan kaki, dan tiket sangat terjangkau dengan harga sebelas ribu rupiah, pengunjung bisa berselfie ria atau bahkan berwifie ria bagaikan berada di negeri diatas awan.

Suasana Negeri Diatas awan memang sedemikian menakjubkan bila mengingat review di bulan desember 2014. Dan bahkan masih cukup elok dikunjungi pada sebulan yang lalu ketika kami melakukan perjalanan Munggahan bersama rombongan KBandung.

Pasca Lebaran 2015 Tebing Kraton Menyisakan Sampah dan Kerusakan

Memang masyarakat kota Bandung ini belum semuanya memiliki budaya bersih, budaya memiliki dan budaya menjaga alam, ada yang telah memiliki kesadaran akan tetapi jumlahnya kecil.

Penulis berkesempatan kembali mengunjungi Tebing Kraton pada Rabu 22 juli 2015 bertepatan 6 Syawal 1436 H artinya enam hari setelah lebaran ; mengantar sekitar sepuluh orang keluarga dari Bogor, tadi nya bermaksud menyaksikan sunrise akan tetapi tidak jadi karena saling menunggu satu dengan yang lainnya.

Sebagai salah seorang penduduk desa Ciburial yang memantau sedikit perkembangan Tebing Kraton, kali ini sesampai di lokasi merasa sangat “Geram” dengan kenyataan di lapangan, mungkin geram kata dan bahasa yang kelewat vulgar mengingat hari masih dalam suasana lebaran, akan tetapi kenyataannya sungguh membuat hati kesal.

Tanah di sekitar Tebing Kraton memang sangat Kering dan Gersang, hal ini terkait dengan kondisi cuaca yang terjadi diseputaran kota Bandung itu sendiri hampir tiga bulan tidak ada curah hujan, otomatis debu berterbangan dan udara di Tebing tidak sesegar sebulan yang lalu atau bahkan sekitar delapan bulan yang lalu.

Kedepan mungkin bisa difikirkan teknologi air sembur yang otomatis (apa ya namanya, boleh di kabarin...ni si emak) sebagaimana terjadi di taman-taman kota Jeddah, Mekkah dan Madinah. Bahkan kalau mengingat Denpasar-Bali, bidang pertamanannya jika musim kemarau sepengetahuan penulis mereka secara rutin pagi dan sore berkeliling menyiram taman-taman dengan tekun dan telaten sehingga tumbuhannya terjaga dari kekeringan dan tetap segar, sehingga menyenangkan pengunjung.

Yang mengherankan penulis kenapa trap-trap tangga batu yang biasanya berjejer rapih saat ini super berantakan serta banyak yang pecah dan berserakan tanpa ada petugas atau pengunjung yang bertugas sebagai relawan, memang penulis berusaha mengajak beberapa saudara kecil merapihkan trap-trap batu tipis yang kalau dilakukan sendiri lumayan berat, namun jika berdua atau bertiga itu bisa dilakukan.

Sampah, menyaksikan betapa banyaknya sampah yang sangat berserakan semua sepakat ingat Ridwan Kamil, karena katanya hanya Ridwan Kamil yang bisa menggerakkan masyarakat kota Bandung untuk sadar membersihkan sampah.
( Sampah Menumpuk, pic. dok. pribadi )

Pasca Lebaran 2015 Tebing Kraton Menyisakan Sampah dan Kerusakan

Pendapat seperti itu ada benarnya, ada juga gamblingnya; bayangkan sampah di kota Bandung itu sebelum Ridwan Kamil jadi walikota sudah berlimpah dan berserakan di sudut-sudut kota dan pernah juga heboh di tulis oleh seorang Asing, kita itu belum memiliki budaya bersih dan bertanggung jawab.

Sekiranya setiap pengunjung Tebing Kraton sebelum masuk wilayah Cadas sudah di instruksikan dengan beberapa peringatan dan bahkan di bekali beberapa kantong sampah, khusus sampah kering, sampah basah, sampah plastik (botol minuman) dan ada pengawasan yang ketat secara berkesinambungan, semoga ikhtiar yang sekiranya bisa kita lakukan maka wilayah alam indah ini akan terjaga, sehingga bisa menyenangkan semua pihak. Yang lebih memprihatinkan lagi di wilayah Tebing Kraton beberapa pagar pembatasnya mulai rusak, entah karena diduduki untuk kegiatan selfie atau wefie atau mungkin ada yang iseng merusak, semoga dugaan–dugaan ini tidak benar.

Jika keadaan ini di biarkan tanpa ada kesadaran semua fihak untuk menjaga dan memeliharanya, mungkin usia popularitas Tebing Kraton hanya sekitar dua atau tiga tahun lagi, namun jika semua fihak menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan alam ini, maka beberapa generasi cucu dan cicit kita akan sama–sama menikmati kecantikan negeri diatas awan.


Semoga

Kalau bukan kita, siapa lagi.

7 Syawwal 1436 H / 22 Juli 2015 M

---
Rujukan: http://www.kompasiana.com/rosmadewi/kerusakan-kerusakan-di-tebing-kraton-pasca-lebaran-2015_55afbdd9917e61630a8ee8b8

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.