Golongan Berbeda, Perlu Ada Skema FLPP Tahap Dua

PESAN SPONSOR:
Rumah dijual di Bandung
Rumah dijual di Bandung
Pemerintah meluncurkan program sejuta rumah untuk menjawab tingginya angka kebutuhan masyarakat akan hunian.

Mayoritas program tersebut diisi dengan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, selain juga rumah komersial. Rumah subsidi kemudian menjadi pilihan para masyarakat yang ingin memiliki rumah.

Rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah sendiri hanya dikhususkan untuk mereka yang memiliki penghasilan di bawah Rp 4 juta per bulannya.

Sementara, bagi mereka yang memiliki penghasilan lebih dari angka tersebut, maka dipersilakan untuk membeli rumah komersial.

Namun, Real Estate Indonesia (REI) berpandangan lain. Mereka memberikan saran kepada pemerintah untuk juga meluncurkan program rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahap berikutnya.

Hal ini dikarenakan juga tingginya permintaan rumah bagi mereka yang berpenghasilan di atas Rp 4 juta per bulan, namun masih belum sanggup membeli rumah.

Tingginya permintaan tersebut nyatanya tidak dibarengi dengan kemampuan pengembang untuk dapat membangun rumah karena kekurangan dana.

Dengan diluncurkannya FLPP tahap kedua, maka masyarakat bukan golongan MBR yang belum memiliki rumah dapat terbantu.

Karena nyatanya, mereka yang berada di golongan tersebut masih banyak yang belum memiliki rumah. REI menilai, seharusnya ada skema kedua yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per bulan.

Pasalnya, angka penghasilan tersebut merupakan golongan berpenghasilan rendah jika bekerja di kota. Jika tidak disesuaikan dengan mereka yang tinggal di kota, maka suplai rumah sendiri tentunya akan berkurang.

Jika pun kebijakan skema FLPP tahap dua ini dijalankan, maka harga rumah yang dijual perlu disesuaikan. Misalkan saja, saat ini rumah subsidi MBR adalah Rp 130 juta hingga Rp 180 juta, maka untuk skema dua, harga rumah bisa berada di kisaran Rp 180 juta hingga Rp 250 juta dan Rp 250 juta dan Rp 400 juta, masyarakat nantinya tinggal menyesuaikan dengan pendapatannya per tahun atau per bulan.

Untuk diketahui, harga rumah dijual di Bandung saja saat ini berada di kisaran harga Rp 300 jutaan untuk tipe 30/72 komersial. Sementara untuk rumah subsidi berada di pinggiran kota Bandung. [w1/08_uid]
SPONSOR BLOG INI:

INGIN IKLAN ANDA DI SINI? HUB: 089627528881


IBX582992C690462