Penanaman Modal Dalam Negeri Naik 17 Trilyun

Melansir pemberitaan dari portal Antara beberapa waktu yang lewat (29/7), disebutkan bahwa sepanjang 6 bulan pertama 2016, BKPM melaporkan catatan investasi dalam negeri naik menjadi 102,6 triliun rupiah lebih meningkat daripada 2015 yang mencatat sebesar  85,5 triliun pada satu semester pertama.

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) ini memiliki porsi yang meningkat yaitu sebesar 32,9% pada 6 bulan pertama 2015. Dan pada 2016 ini pada 1 semeter pertama telah meningkat menjadi 34,4%.

Hal tersebut di atas merupakan angka positif bagi perkembangan penanaman modal dalam negeri yang mulai menggeliat. Itulah yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis.

Sebaran Sektor PMDN didominasi oleh lima sektor, antara lain;
  1. Industri makanan; 
  2. Transportasi, gudang dan telekomunikasi,
  3. Tanaman pangan dan perkebunan, 
  4. Industri mineral non logam; dan 
  5. Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi.
Sehingga apabila dijumlahkan secara keseluruhan maka industri berkontribusi sebesar 50,7 triliun rupiah alias 49,5% dari total PMDN. Untuk penanaman modal asing (PMA) sepanjang 6 bulan pertama 2016 sudah mencapai angka 195,5 triliun rupiah atau 65,6%. Secara persentase angka tersesbut menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai angka 174,2 triliun rupiah atau 67,1%.

Investasi asing tersebut tersebar di 5 sektor utama, antara lain:

  1. Industri kertas, barang dari kertas dan percetakan, 
  2. Industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, 
  3. Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi,
  4. Industri alat angkutan dan transportasi lainnya; serta 
  5. Industri makanan.

Negara dengan peringkat teratas sebagai investor asing di Indonesia sepanjang 6 bulan pertama tahun 2016 adalah:

  1. Singapura, 
  2. Jepang, 
  3. Hong Kong, 
  4. China dan 
  5. Belanda.

Penanaman Modal Dalam Negeri Naik 17 Trilyun
Thomas Trikasih Lembong, Kepala BKPM (foto: Internet)
Thomas Trikasih Lembong sebagai Kepala BKPM menyatakan, "Penanaman Modal Dalam Negeri penting untuk kemajuan penanaman modal nasional, sebab hal ini bisa berkontribusi guna menarik kepercayaan asing atas iklim investasi yang mendukung."


"Penanam modal asing akan mengamati kepada orang Indonesia seberapa besar tuan rumah berminat dalam penanaman modal ini," tambah Thomas Trikasih Lembong.

Apabila orang Indonesianya sendiri enggan berinvestasi, maka orang asing pun menjadi ragu-ragu. Itulah perlunya kepercayaan domestik yang membaik, dampaknya bisa menularkan kepercayaan kepada investor asing.

Penanaman modal dalam negeri data BKPM mencatat perwujudan penanaman modal pada enam bulan pertama tahun 2016 mencapai 298,1 triliun rupiah atau 50,1% dari target realisasi investasi nasional sebesar 594,8 triliun rupiah.

Pencapaian realisasi investasi semester pertama tahun 2016 terbagi menjadi dua; PMDN sebesar 102,6 triliun rupiah dengan PMA sebesar 195,5 triliun rupiah. [w1/08_ibd]

Komentar